Gemasiber80news.com,BANTUL— Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Mathla’ul Anwar (MA) Dr. KH. Jazuli Juwaini, MA, MM meresmikan dan melantik Pengurus Wilayah (PW) Mathla’ul Anwar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sekaligus Pengurus Daerah (PD) Mathla’ul Anwar Kabupaten Bantul, di Bantul, Sabtu (4/9).
Peresmian PW MA DIY tersebut menjadi bagian dari penguatan struktur organisasi Mathla’ul Anwar secara nasional. PW MA DIY tercatat sebagai PW ke-31 yang telah diresmikan PB Mathla’ul Anwar.
Dalam sambutannya, Jazuli Juwaini berharap kehadiran dan pelantikan PW MA DIY semakin mengokohkan kiprah Mathla’ul Anwar di Yogyakarta melalui tiga risalah utama organisasi, yakni pendidikan, dakwah, dan sosial.
Menurutnya, kehadiran Mathla’ul Anwar di Yogyakarta harus menjadi bagian dari upaya memperkuat dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Untuk itu, Mathla’ul Anwar siap membangun kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam yang telah lebih dahulu berkembang di Yogyakarta, termasuk Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).
“Mathla’ul Anwar hadir untuk bersama-sama memperkuat sinar dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Kita tidak datang untuk berkompetisi, tetapi untuk berkolaborasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi umat, bangsa, dan negara,” ujar Jazuli.
Jazuli juga mengapresiasi langkah PW MA DIY yang meskipun baru resmi berdiri, telah menunjukkan aktivitas nyata di bidang pendidikan. Salah satunya melalui Santren School yang menaungi pendidikan PAUD dan TPA Islam Terpadu di Jetis Bantul, serta menyelenggarakan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) program Kejar Paket B dan C di Imogiri.
Ketua Umum PB MA dan Para Pengurus PW menyempatkan mengunjungi dua lembaga pendidikan tersebut dan memberikan motivasi dan berdialog dengan para pendidik dan murid-murid PKBM yang terdiri dari orang tua, ibu-ibu rumah tangga, yang meskipun usia telah lanjut tapi terus semangat belajar.
Menurut Jazuli, keberadaan lembaga pendidikan tersebut menunjukkan bahwa Mathla’ul Anwar di DIY telah memiliki fondasi awal yang baik. Ia optimistis, di bawah naungan Mathla’ul Anwar, lembaga pendidikan tersebut dapat terus berkembang melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
“Santri dan muridnya sudah cukup banyak menunjukkan kepercayaan masyarakat yang tinggi. Ini menjadi modal yang baik. Saya optimistis dengan bendera Mathla’ul Anwar, lembaga pendidikan ini akan semakin berkembang dan maju,” katanya.
Selain penguatan pendidikan, Jazuli berpesan agar PW MA DIY segera melengkapi struktur organisasi hingga tingkat PD serta menghidupkan kegiatan dakwah di tengah masyarakat melalui pengkaderan, taklim, pengajian, maupun berbagai bentuk syiar Islam lainnya.
Ia juga mendorong penguatan kaderisasi dai. Kader-kader dai Mathla’ul Anwar diharapkan mampu menyebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin sekaligus memperkuat pemahaman akidah Ahlussunnah wal Jamaah.
“Dakwah harus terus bergerak. Kita harus menyiapkan kader-kader dai yang mampu hadir di tengah masyarakat dan menyampaikan Islam dengan cara yang sejuk, moderat, serta membawa kemaslahatan,” tegasnya.
Jazuli menambahkan, Mathla’ul Anwar merupakan organisasi yang memiliki akar sejarah panjang. Berdiri sejak 1916, MA memiliki komitmen untuk terus berkontribusi dalam memajukan umat dan bangsa.
Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran Mathla’ul Anwar untuk terus memperkuat silaturahmi dan kolaborasi dengan seluruh komponen bangsa. Dengan demikian, keberadaan dan kiprah Mathla’ul Anwar semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
*Siapkan Konsolidasi dan Program Nyata*
Sementara itu, Ketua PW Mathla’ul Anwar DIY Assoc. Prof. Dr. Yuni Pratikno menyampaikan rasa syukurnya atas telah resmi dilantik dan dikukuhkannya kepengurusan PW MA DIY.
Setelah pelantikan, pihaknya akan segera melakukan konsolidasi internal dan menyusun berbagai program nyata untuk memperkenalkan sekaligus memperkuat eksistensi Mathla’ul Anwar di DIY, khususnya dalam bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan.
“Kami bersyukur akhirnya kepengurusan Mathla’ul Anwar DIY resmi dilantik. Setelah ini kami akan melakukan konsolidasi dan merumuskan program-program yang riil dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Yuni.
Yuni menegaskan, PW MA DIY berkomitmen mewujudkan pendidikan yang berkualitas, berakhlak karimah, sekaligus berwawasan kebangsaan. Dalam menjalankan program tersebut, Mathla’ul Anwar akan membangun sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah maupun berbagai elemen masyarakat.
“Mathla’ul Anwar harus menjadi rumah besar untuk amal saleh, untuk kemajuan umat, bangsa, dan negara, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan sekretariat organisasi sebagai ruang yang terbuka bagi masyarakat. Sekretariat diharapkan tidak hanya menjadi pusat administrasi organisasi, tetapi juga dapat menjadi “rumah rakyat”, tempat masyarakat bersilaturahmi, belajar, dan mengaji.
Di tengah perkembangan teknologi, PW MA DIY juga berkomitmen mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial kepada masyarakat.
“Marwah Mathla’ul Anwar sebagai organisasi yang moderat harus terus kita jaga. Di saat yang sama, kita harus mampu mengoptimalkan teknologi digital agar dakwah dan program-program organisasi dapat menjangkau masyarakat lebih luas,” pungkas Yuni.
*(Red)










