Komisi II DPRD Banten Dorong Perhutanan Sosial Jadi Penggerak Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat

Gemasiber80news.com, SERANG – Pengelolaan hutan tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.

Hal tersebut menjadi perhatian Komisi II DPRD Provinsi Banten dalam mendorong optimalisasi pengembangan dan pemanfaatan program perhutanan sosial.

Komisi II DPRD Provinsi Banten menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten, Selasa (3/11/2026).

Pertemuan tersebut membahas strategi pengembangan perhutanan sosial agar potensi kawasan hutan dapat dikelola secara produktif dan memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

Anggota DPRD Provinsi Banten Fraksi Partai NasDem dari Daerah Pemilihan (Dapil) Banten 10 Kabupaten Lebak, H. Asep Awaludin, S.E., M.H., mengatakan bahwa perhutanan sosial memiliki peran strategis dalam menghubungkan upaya pelestarian lingkungan dengan penguatan ekonomi masyarakat.

Menurut Asep, masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan perlu mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi ekonomi melalui pengelolaan hasil hutan secara bijak dan berkelanjutan.

“Kami mendorong pengelolaan hutan yang produktif, penguatan kelompok usaha masyarakat, serta pendampingan agar potensi hasil hutan memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan,” ujar Asep.

Ia menegaskan, pengembangan perhutanan sosial harus diikuti dengan penguatan kapasitas kelompok masyarakat, pendampingan usaha, serta optimalisasi potensi hasil hutan agar tidak berhenti sebatas pemberian akses pengelolaan.

Asep juga mengajak masyarakat Banten, khususnya yang bermukim di sekitar kawasan hutan, untuk berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan, mencegah kerusakan hutan, sekaligus mengembangkan usaha produktif.

Menurutnya, pemanfaatan program perhutanan sosial harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan keberlanjutan ekosistem hutan.

“Hutan harus menjadi sumber kehidupan, bukan sekadar sumber penghasilan. Kelestariannya merupakan tanggung jawab bersama sekaligus warisan bagi generasi mendatang,” katanya.

Melalui koordinasi tersebut, diharapkan pengembangan perhutanan sosial di Provinsi Banten semakin optimal, sehingga mampu memperkuat ekonomi masyarakat sekitar hutan tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.

Asep menekankan pentingnya membangun keseimbangan antara perlindungan alam dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Hutan terjaga, masyarakat berdaya, ekonomi Banten sejahtera,” pungkasnya.   *(Uzex)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *