Gemasiber80news.com,BANTEN – Aktivis kabupaten Lebak Deni Ismayadi merasa prihatin sekaligus mengecam mengecam keras tindakan oknum jenderal Polri yang diduga melakukan penyadapan secara ilegal terhadap Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Deni menegaskan, tindakan penyadapan terhadap Presiden sebagai simbol negara adalah bentuk pengkhianatan terhadap konstitusi dan pelanggaran berat terhadap keamanan negara.
“Ini tindakan tidak bermoral, tidak patriotik, tidak terpuji dan sangat berbahaya bagi kedaulatan negara. Presiden adalah representasi tertinggi negara. Menyadap Presiden sama saja menyadap negara. Oknum jenderal dan lainnya yang melakukan ini harus ditindak tegas tanpa pandang bulu,” tegas tegas Deni Rabu (4/11/2026)
Lanjut Deni tidak boleh ada impunitas. Siapapun pelakunya, apapun pangkat dan jabatannya, harus diproses hukum secara terbuka dan transparan, Ini demi menjaga marwah Presiden, menjaga soliditas dan menjaga kepercayaan rakyat terhadap institusi ,” lanjutnya.
Menurut Deni, di tengah upaya Presiden Prabowo bekerja keras memperkuat pertahanan nasional, swasembada energi, dan kesejahteraan rakyat, penegakan hukum yang adil, justru ada pihak internal yang mencoba mengganggu stabilitas dengan cara-cara kotor.
“Kami sebagai rakyat Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Prabowo sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, berdiri tegak di belakang Presiden Prabowo Subianto. Kami mendukung penuh langkah Presiden untuk membersihkan oknum-oknum pengkhianat baik di lingkaran kekuasaan, maupun diluar kekuasaan” ujar Deni.
Kami percaya penuh bapak Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto akan tegak lurus dan profesional dalam menangani perkara penyadapan ilegal terhadap kepala negara dan kabarnya juga terhadap institusi lainnya juga, ini mengerikan, hal ini merusak semboyan Polri itu sendiri yang sering digaungkan kalau tak salah bunyinya “Polri tak Pernah berkhianat” pungkas Deni.
*(Tim/Red)







