Gemasiber80news.com,BANTEN – Deni Ismayadi Aktivis berasal dari kabupaten Lebak Provinsi Banten mengapresiasi Bapak Kapolri dengan dicopotnya Kapolres Sukoharjo, Kasat Reskrim,Kanit Pidum dan juga Kanit PPA buntut dari penggeledahan Ponpes di Sukoharjo.
Menanggapi viralnya pengeledahan salah satu ponpes di Sukoharjo Jawa Tengah Deni Ismayadi aktivis kabupaten Lebak Banten meminta bapak Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Divisi Propam Polri untuk segera mengevaluasi/mencopot Kapolda Jawa Tengah dan jajarannya yang terlibat terkait penggeledahan pondok pesantren (Ponpes) Hamalatul Qur’an di kecamatan Mojolaban, kabupaten Sukoharjo provinsi Jawa Tengah yang viral diberbagai Platfrom media, ujar Deni Senin (2/11/2026)
Terkait peristiwa penggeledahan tersebut yang diduga dilakukan di Ponpes Sukoharjo ini menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan tindakan intimidasi aparat terhadap santriwati saat penggeledahan, ungkap Den
“Segera melakukan evaluasi terhadap Kapolda Jateng dan jajarannya secara serius dan obyektif, hal ini buntut dari penggeledahan Ponpes di Sidoarjo tersebut, agar kejadian tersebut tidak terulang kembali maka Kapolda Jawa Tengah dan jajaran yang terlibat segera disanksi sesuai dengan undang-undang yang berlaku, pinta Deni.
Jujur saya merasa sangat prihatin dan miris melihat viralnya video penggeledahan tersebut, apalagi belum lama ini diperingati hari Santri Nasional (HSN) publik menanti ketegasan bapak Kapolri terkait pelanggaran dilakukan oleh oknum-oknum anggota Polri yang terlibat penggeledahan, buktikan Polisi bersama masyarakat, Melindungi, mengayomi dan melayani, bukan sekedar slogan pungkas Deni.
*(Tim/Red)








