Melaut, Nelayan Asal Citorek Lebak Meninggal Dunia di Perairan Jayanti-Cidamar

Gemasiber80news.com, LEBAK – Seorang nelayan bernama Acip, asal Citorek Tengah, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan aktivitas melaut di Perairan Jayanti–Cidamar, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Sukabumi, Sabtu 31 Oktober 2026, dini hari.

Komandan Kapal XXIII-1004 Pol Airud Binuangeun, Bripka Tomi Triawan, SH., membenarkan kejadian tersebut.

“Kami mendapatkan laporan bahwa Acip selaku anak buah kapal (ABK) KM JAYARAYA 3 meninggal dunia, yang mana kapal tersebut dinakhodai Sabir bermula bertolak dari Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Binuangeun pada 21 Oktober 2026 untuk mencari ikan di wilayah Perairan Jayanti–Cidamar,” ujarnya.

Lanjut Bripka Tomi, “Dalam pelayaran tersebut, Acip bersama dua ABK lainnya, yakni Jumhani dan Peri, turut menjalankan aktivitas penangkapan ikan,” terangnya.

Kata Bripka Tomi, kronologi kejadian, sekitar pukul 00.05 WIB, Acip mengeluhkan sesak napas. Melihat kondisi tersebut, awak kapal lainnya berupaya memberikan pertolongan dengan melakukan pemijatan.

Namun, sekitar pukul 00.30 WIB, kondisi Acip tiba-tiba melemah hingga tidak sadarkan diri dan diduga telah meninggal dunia.

Mengetahui kondisi tersebut, nakhoda KM JAYARAYA 3 segera menghubungi pengurus PPI Binuangeun, Rusdi, untuk menyampaikan kejadian yang menimpa salah satu awak kapalnya.

Sekitar pukul 00.40 WIB, kapal langsung bertolak kembali menuju PPI Binuangeun dari perairan Jayanti–Cidamar.

Setelah menempuh perjalanan, KM JAYARAYA 3 tiba di PPI Binuangeun pada pukul 19.15 WIB. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi.

Selanjutnya, jenazah almarhum dibawa oleh pihak keluarga menuju rumah duka di Desa Citorek Tengah, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak.

Diketahui, Almarhum Acip merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan. Status kepesertaan tersebut menjadi hal penting bagi keluarga yang ditinggalkan, khususnya terkait hak dan manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Peristiwa ini menjadi kabar duka bagi keluarga, masyarakat Citorek, serta rekan sesama nelayan Binuangeun.

“Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” tukas Bripka Tomi.   *(Uzex)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *