Peduli Keselamatan Pengguna Jalan, Warga Desa Muara Swadaya Perbaiki PJU Jalan Nasional III

 

Gemasiber80news.com,LEBAK — Bentuk kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan ditunjukkan oleh masyarakat Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten. Warga secara swadaya berinisiatif memperbaiki lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas Jalan Raya Nasional yang mengalami kerusakan akibat lampu putus.

Salah satu Ketua RT 08 Desa Muara, Ade, menyampaikan kepada media bahwa lampu PJU di ruas jalan tersebut sudah padam karena lampunya putus. Kondisi ini menjadi perhatian warga karena penerangan jalan sangat dibutuhkan, terutama pada malam hari, guna membantu meningkatkan kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan.

Menurut Ade, salah satu kendala dalam perbaikan lampu PJU tersebut adalah harga lampu pengganti yang relatif mahal. Meski demikian, warga tetap berupaya mencari solusi agar lampu penerangan dapat kembali berfungsi.

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Muara, Dana Setiawan, menerangkan bahwa inisiatif warga memperbaiki lampu PJU secara swadaya merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap fasilitas umum dan keselamatan masyarakat.

Ia berharap adanya perhatian dari pihak terkait terhadap kondisi lampu PJU di ruas Jalan Nasional yang melintasi wilayah Desa Muara. Pasalnya, penerangan jalan merupakan fasilitas penting yang mendukung aktivitas masyarakat serta memberikan rasa aman bagi pengendara dan warga yang melintas pada malam hari.

Kepedulian masyarakat yang rela bergotong royong memperbaiki fasilitas penerangan jalan ini patut diapresiasi. Namun, warga juga berharap agar perbaikan dan pemeliharaan PJU di jalan nasional dapat menjadi perhatian instansi yang berwenang, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada inisiatif dan kemampuan swadaya masyarakat.

Dengan adanya perhatian dan penanganan dari pihak terkait, diharapkan lampu PJU yang mengalami kerusakan dapat segera diperbaiki dan berfungsi kembali demi keselamatan serta kenyamanan seluruh pengguna jalan.

Warga berharap, semangat gotong royong ini dapat berjalan beriringan dengan tanggung jawab pemeliharaan fasilitas umum oleh pihak yang berwenang.

*(Tim/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *