Gemasiber80news.com,LEBAK – Komunitas Penyelamat Sumber Daya Alam (KPSDA) merilis pernyataan resmi terkait dugaan pencemaran yang terjadi di aliran Sungai Cilangkahan, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak. Warga Desa Pagelaran, Desa Cilangkahan, dan masyarakat sekitar melaporkan adanya penurunan kualitas air yang diduga kuat berasal dari aktivitas perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut, baik pabrik sagu maupun pabrik tahu.
Berdasarkan pantauan warga dan laporan yang diterima awak media, air sungai yang dulunya jernih kini terlihat keruh, berubah warna menjadi hitam, dan memancarkan bau yang tidak sedap. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak langsung terhadap ekosistem sungai, kebutuhan air warga, serta lahan pertanian di sekitar aliran sungai. Kekhawatiran semakin meningkat mengingat wilayah Malingping saat ini sedang berada dalam musim kemarau.
Hasanudin, Ketua KPSDA, menyampaikan:
“Sungai Cilangkahan adalah urat nadi kehidupan masyarakat di wilayah ini. Jika benar ada aktivitas perusahaan yang membuang limbah sembarangan hingga mencemari aliran sungai, maka ini adalah pelanggaran serius terhadap hak warga atas lingkungan yang sehat dan layak.”
Desakan Komunitas kepada Pihak Terkait
KPSDA meminta instansi berwenang untuk segera mengambil langkah-langkah:
– Melakukan pemeriksaan lapangan dan uji laboratorium guna memastikan sumber serta kandungan pencemaran
– Memeriksa kelengkapan izin dan kepatuhan lingkungan seluruh perusahaan yang beroperasi di sekitar aliran sungai
– Menindak tegas jika terbukti terjadi pelanggaran terhadap Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
– Meminta pertanggungjawaban dan pemulihan lingkungan kepada pihak yang terbukti bertanggung jawab atas pencemaran tersebut
“Kami tidak menuduh, tetapi fakta di lapangan menunjukkan adanya dugaan kuat pencemaran. Kami meminta Pemerintah Daerah, Dinas Lingkungan Hidup, dan instansi berwenang tidak menutup mata. Selidiki, verifikasi, dan jika terbukti, berikan sanksi yang tegas agar tidak terulang. Lingkungan adalah warisan kita bersama,” tegas Hasanudin.
Komunitas juga menyatakan dukungan penuh terhadap warga yang berencana menggelar aksi damai terkait permasalahan ini.
“Kami juga mendukung penuh langkah warga yang akan menyampaikan aspirasi melalui aksi damai terkait permasalahan yang kami hadapi ini,” tambahnya.
KPSDA siap mendampingi proses pemeriksaan dan menyediakan data yang dimiliki pihak berwenang. Hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan resmi dari perusahaan maupun instansi terkait. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi semua pihak yang terlibat.
(Tim Redaksi)










