Nelayan Binuangeun Alih Profesi Jadi Kuli Bangunan

banner 728x90

Nelayan Binuangeun, Agus Rianto alias Rombong bersama anaknya sedang kerja bangunan / Foto: Istimewa

Gemasiber80news.com, LEBAK – Dampak cuaca ekstrem, angin kencang dan ombak tinggi beberapa bulan ini membuat para nelayan Binuangeun, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten, mengeluh.

Nelayan memilih tidak melaut demi keselamatan, namun ada juga yang memaksakan diri dengan alasan kebutuhan ekonomi keluarga.

Agus Rianto, yang biasa disapa Rombong, salah satu nelayan Binuangeun yang terpaksa beralih profesi menjadi kuli bangunan, saat ditemui tim gemasiber80news.com di lokasi ia bekerja yaitu di sekitaran Pantai Tanjung, Binuangeun Desa Muara, ia mengatakan demi untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya terpaksa harus beralih profesi menjadi kuli bangunan.

“Saya sudah sekitar dua bulan ini tidak melaut lantaran cuaca buruk, kalo kita memaksakan diri itu sangat beresiko. Bagi saya lebih baik memilih cari penghasilan lain untuk menafkahi keluarga, seperti yang saya lakukan saat ini bekerja buruh harian di sini, tetapi jika nanti cuaca sudah mulai membaik maka saya akan kembali melaut lagi,” ujarnya, Senin (31/07/2023).

Rombong berharap bisa secepatnya cuaca ekstrem bisa membaik agar para nelayan di Binuangeun bisa kembali melaut.

“Saya berhararap cuaca cepat membaik, karena kami para nelayan ingin segera melaut dan tentunya ingin mendapat hasil tangkapan yang memuaskan,” harapnya.

Foto: Nelayan Binuangeun alih profesi, Agus Rianto alias Rombong dan anaknya (kiri), sedang bersama Muhamad Nasir (kanan)

Di tempat yang sama, Muhamad Nasir, warga Kampung Nelayan, Binuangeun, Desa Muara, yang memfasilitasi Agus Rianto alias Rombong bekerja kulli bangunan, menuturkan, sebelumnya ada juga nelayan lainnya beralih profesi bekerja di tempat tersebut.

“Kak Rombong bersama anaknya bekerja di sini belum lama, sebelumnya ada juga beberapa nelayan yang beralih profesi kerja bangunan di sini. Mereka bisa kerja di sini memang saya yang memfasilitasinya, mengingat saat ini cuaca tidak bersahabat, daripada nganggur, mereka memilih bekerja bangunan seperti ini,” tuturnya.

Diketahui, sepekan kemarin sempat cuaca membaik selama empat hari sehingga para nelayan salah satunya nelayan rampus mendapatkan hasil tangkapan ikan yang cukup lumayan, namun saat ini cuaca kembali ekstrem.   *(Dena F.P)

banner 
728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *