Gemasiber80news.com,JAKARTA — Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Provinsi DKI Jakarta kembali menyelenggarakan *Halaqah Pengurus & Kader Pertemuan Ke-2* secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan rutin ini merupakan bagian dari ikhtiar membangun kader dakwah yang berilmu, berkarakter, dan memiliki semangat perjuangan dalam memperkuat dakwah Islam di DKI Jakarta.
Pada kesempatan tersebut, materi disampaikan oleh *Prof. Lili Yulyadi*, *Ketua Bidang Kaderisasi & Peningkatan SDM DDII DKI Jakarta*. Mengawali kajiannya, beliau mengutip pemikiran *Mohammad Natsir* dalam kitab *Fiqhud Dakwah*, yang menjadikan *Surah Fussilat ayat 33–36* sebagai landasan utama gerakan dakwah.
Ayat tersebut menegaskan bahwa tidak ada perkataan yang lebih baik daripada seruan kepada Allah, disertai amal saleh dan keteguhan identitas sebagai seorang muslim. Menurut Prof. Lili, sebagaimana dijelaskan oleh Mohammad Natsir, dakwah bukan sekadar aktivitas berbicara, melainkan merupakan *amanah dan kewajiban setiap muslim* untuk mengajak manusia menuju jalan Allah.
Dalam pemaparannya, Prof. Lili menjelaskan bahwa dakwah yang efektif bukan hanya mengandalkan keluasan ilmu atau kepiawaian berbicara, tetapi harus lahir dari *hati yang bersih* dan disampaikan dengan penuh keikhlasan sehingga mampu menyentuh hati manusia.
Beliau juga menekankan bahwa seorang dai harus membangun lima dimensi kehidupan secara seimbang, yaitu *jasad yang sehat, akal yang luas, hati yang bersih, nafsu yang terkendali, serta ruh yang dekat kepada Allah*. Akal berfungsi sebagai panglima, sedangkan hati menjadi pemimpin yang mengarahkan seluruh tindakan berdasarkan petunjuk wahyu.
Lebih lanjut, Prof. Lili mengingatkan bahwa seorang dai bukan hanya mereka yang berdiri di mimbar. Setiap orang yang berkontribusi dalam perjuangan dakwah—baik melalui tenaga, pemikiran, media, teknologi, manajemen, maupun pembiayaan—adalah bagian dari para dai yang sedang menegakkan agama Allah.
Beliau juga mengangkat keteladanan *Wali Songo*, yang berhasil menyebarkan Islam di Nusantara melalui pendekatan *dakwah bil hal*, yaitu memenuhi kebutuhan masyarakat dan menghadirkan solusi nyata sebelum menyampaikan dakwah secara lisan. Pendekatan seperti inilah yang dinilai tetap relevan untuk menjawab tantangan dakwah di era modern.
Sesi diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta membahas berbagai isu strategis, mulai dari penguatan kaderisasi, pentingnya membangun sinergi antarorganisasi Islam, menghadapi framing negatif terhadap umat Islam, hingga pengembangan dakwah yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
Dalam sesi berbagi pengalaman, *Muhaimin Abu Kayyis* (Bidang Humas & Media DDII DKI Jakarta) menceritakan pengalamannya berdakwah kepada seorang pedagang bakso yang mengalami kesulitan ekonomi. Dengan pendekatan empati, menawarkan solusi usaha sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga shalat, pengalaman tersebut dinilai oleh Prof. Lili sebagai contoh nyata *dakwah dari hati ke hati*, yakni dakwah yang memadukan kepedulian sosial dan pembinaan ruhani.
Selain kajian, forum juga dimanfaatkan untuk melakukan koordinasi sejumlah agenda strategis organisasi, di antaranya penguatan kaderisasi, pengembangan *Laznas Dewan Da’wah DKI Jakarta*, rencana kajian bulanan bagi pengurus dan alumni KMD, serta penguatan kolaborasi dalam bidang ekonomi dan pemberdayaan umat.
Menutup halaqah, Prof. Lili Yulyadi mengajak seluruh kader untuk senantiasa melakukan muhasabah dan menjaga kemurnian niat dalam berdakwah. Menurutnya, tantangan terbesar seorang dai bukan sekadar menambah ilmu, tetapi menjaga hati agar tetap ikhlas dalam setiap amal perjuangan.
*”Dakwah yang keluar dari hati akan sampai ke hati. Sebaliknya, dakwah yang hanya keluar dari akal sering kali berhenti di akal.”*
Melalui Halaqah Pengurus & Kader yang diselenggarakan secara rutin, DDII DKI Jakarta berkomitmen mencetak kader-kader dakwah yang memiliki kedalaman ilmu, kejernihan hati, semangat berjamaah, serta mampu menghadirkan solusi nyata bagi umat, sesuai dengan cita-cita perjuangan Mohammad Natsir dalam membangun peradaban Islam.
*Bidang Humas & Media*
*Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Provinsi DKI Jakarta*
*(Red)









