Gemasiber80news.com,PANDEGLANG – Perwakilan warga Bangkonol, Kecamatan Kroncong, Kabupaten Pandeglang melakukan aksi protes ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pandeglang dengan membawa kantong plastik berisikan sampah.
Puluhan warga yang kecewa terkait kebijakan penampungan sampah dari luar daerah ke TPA Bangkonol tersebut, membawa puluhan kantong sampah dan membuangnya di depan kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pandeglang sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang yang dianggap abai.
Ahmad Yani selaku Koordinator aksi di lapangan menegaskan, bahwa aksi ini adalah wujud dari tuntutan masyarakat untuk mendapatkan hak mereka terbebas dari masalah sampah.
“Kemarin-kemarin kami masih menggunakan cara persuasif. Kami datang ke DLH, Setda, dan dewan, tapi tidak ada jaminan sampah distop,” ungkap Yani kepada awak media, Kamis (07/08/2025).
Ahmad Yani menyatakan, bahwa ini adalah cara demonstrasi mereka untuk didengar, dan ia mengancam akan memblokir semua jalan menuju TPA Bangkonol jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
Warga Bangkonol merasakan dampak langsung dari TPA Bangkonol yang semakin kelebihan kapasitas.
“Yang kami rasakan dampak dari sampah ini, pertama hidung kami tidak merdeka dari bau busuk,” keluh Ahmad Yani.
Selain itu, warga juga mengeluhkan banyaknya lalat hijau yang berdatangan ke rumah dan makanan mereka.
“Siapa yang betah dengan keadaan seperti sekarang ini?” ujarnya.
Ahmad Yani menyoroti kebijakan Pemkab Pandeglang yang bekerja sama dengan Kabupaten Serang dan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan. Ia menyebut bahwa saat ini sudah ada sekitar 40 truk sampah per hari dari Kabupaten Serang yang masuk.
Ia khawatir, jika ditambah kiriman dari Pemkot Tangsel yang mencapai 500 ton per hari, TPA Bangkonol akan semakin kewalahan dan berdampak negatif pada warga.
Aksi ini sudah dilakukan warga Bangkonol sebanyak tiga kali berturut-turut. Mereka menegaskan tidak akan berkompromi lagi dengan para pemangku kebijakan.
“Jika aksi ini tidak diindahkan, kami akan melakukan pengiriman sampah ke kantor-kantor Pemkab agar mereka pun merasakan hal yang sama,” ancamnya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat Bangkonol tidak anti pembangunan. Mereka hanya menolak jika pembangunan itu tidak dibarengi dengan kesiapan infrastruktur, khususnya pengolahan sampah.
“Jika tidak ada alat untuk pengolahan sampah, jangan coba-coba menampung sampah dari luar daerah,” tandasnya.
Ahmad Yani membandingkan dengan daerah lain seperti Banyumas yang sudah memiliki sistem pengelolaan sampah.
“Kalau sudah siap seperti Banyumas, oke kami pun mendukung penuh. Ini sudah kami cek dari ujung ke ujung tidak ada pengelolaan sampah, sedangkan sampah yang masuk per harinya sudah ratusan ton,” pungkasnya.
*(Ade/Ika/Red)











