Puluhan Jemaah di Lebak Gagal Berangkat ke Tanah Suci, Diduga Tertipu Promo Umrah Murah

banner 728x90

Foto: ilustrasi Makkah

Gemasiber80news.com, LEBAK – Dugaan Promo Umrah Murah mencuat di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, puluhan jemaah mengeluh lantaran gagal berangkat ke Tanah Suci Makkah.

Dugaan penipuan berkedok promo umrah murah tersebut yang diketahui bahwa jemaah sudah menyetorkan uang kepada agen travel yang kini diduga menghilang tanpa tanggung jawab.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada 35 jemaah dengan total kerugian mencapai sekitar Rp728 juta melalui Omsu Travel yang dipimpin oleh seorang pria berinisial OS. Legalitas travel tersebut diduga tak berizin alias bodong.

Selain jumlah diatas, secara keseluruhan, jumlah korban diduga mencapai lebih dari 200 orang yang tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Cimarga, Bojong Manik, Gunung Kencana dan sekitarnya.

Modus yang digunakan pelaku adalah menawarkan paket umrah dengan harga jauh di bawah standar, berkisar Rp20 juta hingga Rp30 juta per orang.

Tawaran tersebut disebarkan melalui jaringan tokoh masyarakat atau perantara yang kemudian mengumpulkan calon jemaah.

Awalnya para jemaah dijanjikan berangkat November 2025, lalu mundur ke Desember, hingga Januari 2026. Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan.

Salah satu korban, Didin mengaku telah menyetorkan uang sebesar Rp23 juta untuk dirinya dan Rp20 juta untuk istrinya, dengan jadwal keberangkatan 27 Januari 2026. Namun hingga kini, keberangkatan tak kunjung terealisasi.

“Awalnya komunikasi masih lancar. Tapi setelah lewat jadwal, pihak travel sulit dihubungi, bahkan hilang kontak,” katanya.

Korban juga sempat difasilitasi pertemuan di Polsek Gunung Kencana. Dalam pertemuan tersebut, terduga pelaku yang dikenal dengan nama “Om Pel” didampingi kuasa hukum, menyatakan tidak sanggup memberangkatkan jemaah dan berjanji akan mengembalikan uang paling lambat 31 Maret 2026.

Namun, hingga tenggang waktu tersebut terlewati, pelaku tidak memenuhi janjinya dan justru tidak diketahui keberadaannya. Para korban berharap aparat penegak hukum segera bertindak tegas, mengusut tuntas kasus ini, dan mengembalikan kerugian mereka.

“Harapan dari kami dari pihak korban itu ada titik terangnya dari pelakunya. Jadi harapan dari para korban tetap berangkat,” ujarnya.

Informasi yang beredar di antara jemaah menyebutkan, dana yang terkumpul diduga digunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk pembangunan properti. Namun hal ini masih perlu pendalaman lebih lanjut.

Kasus ini turut berdampak pada para perantara yang sebelumnya dipercaya masyarakat. Beberapa diantaranya bahkan mendapat tekanan dari jemaah karena dianggap ikut bertanggung jawab.

Lantaran turut jadi korban, perantara  meminta pertanggungjawaban bahkan telah membuat laporan pengaduan (Lapdu) ke Polres Lebak 24 Januari 2025. Namun belum diketahui, perkembangan dari Lapdu tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi terus berusaha mengkonfirmasi ke sejumlah pihak terkait dugaan penipuan berkedok promo umrah murah tersebut, termasuk ke pihak kepolisian mengenai perkembangan laporan pengaduan tersebut.   *(Red)

banner 
728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *