DPD TMI Lebak Pantau Kerusakan Jaringan Irigasi di Bantaran Sungai Ciberang; Ratusan Hektare Sawah Terdampak

Gemasiber80news.com, LEBAK – DPD TMI (Dewan Pimpinan Daerah Tani Merdeka Indonesia) Lebak memantau secara langsung kerusakan irigasi di bantaran Sungai Ciberang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Sabtu (8/8/2026).

Dari DPD TMI Lebak yang turun ke lapangan di antaranya Ketua DPD TMI Kabupaten Lebak, Ellen Herdyansyah, Sekretaris DPD TMI, Agung Purnama, Ketua Bidang OKK, Agus Hiplunudin dan sejumlah anggota DPD TMI lainnya.

Sementara dari pihak masyarakat perwakilan Gabungan Kelompok Tani Kecamatan Cipanas diwakili Amas dan sejumlah anggota kelompok tani.

Amas menjelaskan bahwa kerusakan jaringan irigasi di Sungai Ciberang berdampak pada ratusan hektare sawah.

“Sebetulnya, kerusakan irigasi di Cipanas sudah sangat lama dipicu Banjir Bandang pada awal tahun 2000,” jelas Amas kepada awak media, Minggu (9/8/2026).

Amas menjelaskan bahwa tidak berfungsinya jaringan irigasi memberi dampak luas pada menurunnya produktifitas pertanian di Kecamatan Cipanas dan ratusan hektare persawahan terdampak.

“Sekitar 377 hektare sawah terdampak dan terancam gagal panen. Paling tidak ada sekitar 7 desa yang terdampak langsung oleh tidak berfungsinya irigasi di Sungai Ciberang,” jelasnya.

Ellen Herdyansyah, selaku Ketua DPD TMI Kabupaten Lebak membenarkan pernyataan Amas, bahwa rusaknya jaringan irigasi telah menyebabkan merosotnya produktifitas pertanian di Cipanas.

“Kita sudah melakukan observasi langsung ke lapangan, menunjukkan bahwa persawahan kering terdampak dari jaringan irigasi di kawasan Ciberang yang tidak lagi berfungsi,” jelas Ellen, Minggu (9/8/2026).

“Paling tidak kami sudah memantau Irigasi Buntut, Irigasi Banjar, dan Irigasi Ciheuleng yang tidak lagi berfungsi sebagai mana mestinya,” sambungnya.

Ellen menyatakan bahwa pihaknya akan turut mengupayakan agar irigasi di kawasan sungai Ciberang segera dapat diperbaiki dan berfungsi kembali.

“Nanti akan kami komunikasikan baik itu ke pemerintah daerah (kabupaten dan provinsi) agar berkoordinasi dengan kementerian terkait dan sama-sama berjuang memfungsikan kembali irigasi yang telah rusak tersebut,” tutupnya.

Senada dengan apa yang dikatakan Sekjem DPD TMI Lebak, Agung Purnama, bahwa perbaikan irigasi di kawasan Ciberang perlu kolaborasi antara Pemda Lebak, Provinsi, dan kementerian terkait.

“Agar Irigasi yang ada diperbaiki atau mungkin membuat irigasi baru tentu saja ini perlu kolaborasi antara pemda Kabupaten, Provinsi dan Kementerian terkait,” jelas Agung, Minggu (9/8/2026).

Pihaknya turut perihatin melihat kondisi persawahan ratusan hektare di Cipanas terancam gagal panen karena tidak berfungsinya irigasi di kawasan Sungai Ciberang semenjak peristiwa banjir bandang tahun 2000 silam.   *(Uzex)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *