Momon Andriwinata Tekankan Pentingnya Kolaborasi Lintas Agama untuk Wujudkan “Kabupaten Serang Bahagia”

 

Gemasiber80news.com,SERANG — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Serang sukses menyelenggarakan kegiatan Dialog Kerukunan Lintas Agama dengan mengusung tema “Dari Toleransi Menuju Kolaborasi: Bersama Membangun Kabupaten Serang Bahagia” bertempat di Aula Surosowan Gedung BJB Kota Serang pada Kamis, 24 September 2026.

Acara bernilai strategis ini dibuka secara resmi oleh Bupati Serang, Hj. Ratu Rachmatuzakiyah, S.Pd., M.M. Hadir pula jajaran pejabat Pemkab dan instansi terkait, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Setda Kabupaten Serang H. Syamsudin, S.H., M.Si., Kepala Bakesbangpol Kabupaten Serang H. Haryadi, S.Sos., M.Si., Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Serang H. Uesul Qurni, S.H., M.H., serta Ketua FKUB Kabupaten Serang K.H. Komarudin (Ki Jangkrik Kalung).

Dalam paparan solutif dan inspiratifnya, Momon Andriwinata—yang menjabat sebagai Kepala MAN 1 Kabupaten Serang sekaligus Wakil Ketua I FKUB Kabupaten Serang—menyampaikan pemikiran mendalam mengenai transformasi konsep toleransi pasif menjadi kolaborasi aktif. Menurutnya, perjumpaan antarumat beragama tidak hanya sekadar formalitas, melainkan ajang mempererat persaudaraan dan rasa cinta antar sesama warga.

“Perjumpaan lintas iman hadir untuk saling mendekat, menciptakan suasana hangat, dan membangun kedamaian bersama. Kita perlu bergerak dari toleransi menuju kolaborasi—dari sekadar hidup berdampingan menuju saling menguatkan,” pukas Momon Andriwinata dalam paparannya yang diselingi bait pantun harmoni.

Momon menggarisbawahi empat urgensi utama transformasi kerukunan ini: Toleransi Sebagai Dasar: Menjadi fondasi awal hidup berdampingan secara damai. Kolaborasi Nyata: Mengubah sikap pasif menjadi aksi sosial nyata di masyarakat. Masyarakat Bahagia: Lahir dari rasa aman, saling percaya, dan keinginan untuk saling membantu. Stabilitas Daerah: Kerukunan yang aktif akan memperkuat ketahanan sosial Kabupaten Serang secara menyeluruh.

Lebih lanjut dari perspektif nilai keagamaan Islam, Momon menerangkan bahwa harmoni lintas agama bersandar pada nilai-nilai keadilan bagi semua, kemaslahatan bersama, ukhuwah (persaudaraan), serta akhlak sosial mulia. Guna mewujudkan hal tersebut secara konkret, FKUB merumuskan empat program implementasi nyata: Dialog Rutin: Menyediakan ruang silaturahmi berkala antar-tokoh agama. Bakti Sosial: Menggalang gotong royong dan aksi kemanusiaan bersama. Edukasi Pemuda: Menguatkan pembinaan moderasi beragama bagi generasi muda. Mediation Cepat: Menyiapkan mekanisme penyelesaian dini atas potensi gesekan sosial di lapangan.

Dialog yang penuh kehangatan ini juga menghadirkan deretan tokoh dan pemuka agama sebagai narasumber dari berbagai unsur, yakni: Romo Osner Purba (Unsur Katolik) Pdt. Yuri S. (Unsur Buddha), Mangku Suwono (Unsur Hindu), Pendeta Robert Sidahutar (Unsur Protestan). Sinergi para tokoh agama ini diharapkan semakin memperkuat peran FKUB sebagai penghubung kokoh antara warga dan pemerintah demi terciptanya Kabupaten Serang yang rukun, sejahtera, dan bahagia.

*(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *