Presidium Wartawan dan LSM gelar Audiensi di KCD Pendidikan Lebak, Sekolah Tegaskan Hubungan dengan Pers dan LSM Tetap Baik

 

Gemasiber80news.com,LEBAK — Di tengah derasnya arus informasi dan riuhnya perbincangan di media sosial, komunikasi menjadi jembatan penting untuk menjaga agar sebuah persoalan tidak tumbuh menjadi kesalahpahaman. Semangat itulah yang mewarnai audiensi Presidium Wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dengan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Lebak, Kamis (10/9/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Kantor KCD Pendidikan Lebak tersebut dihadiri Gugun Nugraha, S.Pd., M.Si., dari KCD Pendidikan Lebak, Wakasek SMA Negeri 1 Rangkasbitung, Wakasek SMKN 1 Rangkasbitung, Wakasek SMKN 2 Rangkasbitung, serta sejumlah wartawan dan pegiat LSM.
Audiensi menjadi ruang untuk membicarakan dinamika yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya berbagai konten di media sosial dari akun Abah 80 yang belakangan ramai diperbincangkan dan turut menyinggung keberadaan wartawan maupun LSM di lingkungan sekolah.

Perwakilan Presidium Wartawan dan LSM, Luki, dalam kesempatan tersebut meminta pihak sekolah menyampaikan kondisi yang sebenarnya secara terbuka. Ia ingin memastikan apakah selama ini keberadaan wartawan dan LSM yang datang ke sekolah untuk melakukan konfirmasi maupun menjalankan fungsi kontrol sosial pernah menjadi persoalan bagi pihak sekolah.

“Kami ingin mendengar langsung dari pihak sekolah. Apakah selama ini ada persoalan dengan wartawan maupun LSM yang datang ke sekolah? Kami ingin semuanya terbuka supaya tidak ada informasi yang simpang siur,” ujar Luki.
Pertanyaan tersebut kemudian mendapat jawaban langsung dari pihak SMA Negeri 1 Rangkasbitung. Perwakilan sekolah menyampaikan bahwa selama ini tidak ada persoalan dengan wartawan. Hubungan antara pihak sekolah dan insan pers disebut berjalan dengan baik, bahkan keberadaan wartawan dinilai memiliki arti penting dalam menyampaikan informasi pendidikan kepada masyarakat.

“Selama ini tidak ada persoalan dengan wartawan. Wartawan juga punya peran penting dalam pendidikan,” ungkap perwakilan SMA Negeri 1 Rangkasbitung.
Pihak sekolah juga menyampaikan bahwa selama ini tidak pernah menemukan adanya wartawan yang meminta uang kepada pihak sekolah. Pernyataan serupa disampaikan perwakilan SMKN 2 Rangkasbitung yang menilai hubungan dengan wartawan maupun LSM selama ini berlangsung baik dan tidak mengganggu aktivitas sekolah.

Sementara itu, perwakilan SMKN 1 Rangkasbitung turut hadir dalam pertemuan tersebut. Dari pihak KCD Pendidikan Lebak, audiensi berlangsung dalam suasana terbuka, tenang dan kondusif. Tidak terdapat penyampaian yang menyebut keberadaan wartawan maupun LSM sebagai gangguan terhadap aktivitas sekolah.
Pertemuan itu pun tidak sekadar menjadi ajang klarifikasi, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat komunikasi. Berbagai informasi yang beredar di media sosial dibicarakan secara terbuka agar setiap persoalan dapat ditempatkan pada konteks yang sebenarnya, bukan sekadar berdasarkan potongan informasi yang beredar.
Luki mengatakan, pihaknya menghormati seluruh keterangan yang disampaikan pihak sekolah. Menurutnya, apabila hubungan antara sekolah, wartawan dan LSM selama ini telah berjalan dengan baik, maka hubungan tersebut harus dijaga melalui komunikasi yang sehat dan saling menghormati.

“Kami menghargai apa yang disampaikan pihak sekolah. Kalau memang selama ini hubungan dengan wartawan dan LSM berjalan baik dan tidak ada persoalan, tentu itu yang harus kita jaga bersama,” kata Luki.
Ia menegaskan, persoalan yang mungkin dilakukan oleh individu tidak seharusnya menjadi alasan untuk memberikan stigma kepada seluruh wartawan maupun LSM. Setiap tindakan, menurutnya, harus dilihat secara proporsional dan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau ada oknum yang melakukan kesalahan, tentu itu persoalan masing-masing dan harus dibuktikan. Jangan sampai kemudian muncul anggapan bahwa semua wartawan atau semua LSM seperti itu,” ujarnya.
Menurut Luki, kritik terhadap wartawan maupun LSM merupakan bagian dari dinamika kehidupan publik. Namun, kritik idealnya tetap berpijak pada fakta, disampaikan secara proporsional, serta memberikan kesempatan kepada pihak yang disebut untuk memberikan klarifikasi.
Ia berharap komunikasi antara KCD Pendidikan Lebak, pihak sekolah, wartawan dan LSM dapat terus dibangun secara terbuka dan profesional. Sebab, ruang dialog yang sehat diyakini mampu menjadi penjernih ketika informasi mulai keruh oleh berbagai tafsir.
Audiensi tersebut akhirnya menjadi pengingat bahwa perbedaan pandangan tidak selalu harus berujung pada pertentangan. Dengan keterbukaan, etika dan kemauan untuk saling mendengar, berbagai persoalan dapat diselesaikan melalui meja dialog.

Di tengah derasnya informasi yang bergerak cepat di ruang digital, pertemuan seperti ini menjadi penting. Sebab, sebelum sebuah kabar berkembang menjadi persepsi, selalu ada ruang untuk bertanya, mendengar dan mengklarifikasi. Dari sanalah hubungan antara sekolah, wartawan dan masyarakat dapat terus dirawat dalam suasana yang sehat, profesional dan saling menghargai.

*(Tim/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *