Gemasiber80news.com,LEBAK – Dinas PUPR Provinsi Banten melalui UPTD Pengelolaan DAS Ciliman-Cisawarna bersama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pokja Lebak Selatan aktif berkolaborasi dalam menyalurkan bantuan air bersih untuk membantu warga yang mengalami krisis air akibat musim kemarau. Di Kp Babakan Jaha, Desa Rahong Kecamatan Malingping, Rabu 09 September 2026.
Kepala UPTD Pengelolaan DAS Cibaliung–Cisawarna, Sofyadi, SE, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Banten agar seluruh perangkat daerah bergerak cepat mengantisipasi dampak kekeringan yang mulai terjadi di sejumlah wilayah.
“ Bahwa penyediaan air bersih menjadi prioritas pemerintah karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Air bersih merupakan kebutuhan pokok masyarakat,” katanya.
Sofyadi menambahkan, seluruh armada mobil tangki air telah disiagakan untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan selama musim kemarau.
“Kami memastikan seluruh armada mobil tangki air bersih dalam kondisi siap beroperasi. Tim di lapangan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar penyaluran bantuan berlangsung efektif, cepat, dan berkelanjutan,” katanya.
Di tempat terpisah, mewakili UPTD, H. Kuncoro menegaskan karena itu, kami memastikan distribusi dilakukan secara cepat dan tepat sasaran agar kebutuhan konsumsi, memasak, dan keperluan rumah tangga warga tetap terpenuhi.
“Selain mendistribusikan bantuan, UPTD Pengelolaan DAS Cibaliung–Cisawarna terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten, unsur Muspika, serta pemerintah desa untuk memetakan wilayah yang mengalami kekeringan dan memastikan bantuan menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” ,” ujarnya
Sementara itu, Sekretaris PWI Pokja Lebak selatan Rijal Iskandar mengungkapkan mendukung penuh pelaksanaan suplai air bersih tersebut sebagai bentuk pelayanan pemerintah dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kondisi kekeringan.
“Suplai air bersih ini merupakan bentuk pelayanan dan kepedulian pemerintah untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau,” ujarnya.
*(Tim/Red)








