Foto: Balita penderita thalasemia beta mayor, M Nabil Al Falah bersama ibunya
Gemasiber80news.com, LEBAK – Balita pengidap thalasemia beta mayor, M Nabil Al Falah (4 tahun), seorang anak dari pasangan suami istri, Nana Suarna (35 tahun) dengan Eros Nurliyah (32 tahun), beralamat di Kampung Cisarap RT 12 RW 05, Desa Cisarap, Kecamatan Wanasalam, Lebak – Banten.
Thalasemia beta mayor, atau disebut juga dengan anemia Cooley, adalah bentuk yang paling parah. Bayi yang terlahir dengan kondisi ini biasanya akan menunjukkan tanda-tanda dan gejala pada 2 tahun pertama hidupnya. Gejala yang paling umum dirasakan adalah gejala anemia parah, meliputi: Rasa lelah luar biasa.
Penderita thalasemia beta mayor umumnya memiliki gejala anemia yang parah. Mereka membutuhkan transfusi darah secara teratur seumur hidup dan perawatan medis lainnya.
Balita pengidap thalasemia beta mayor, M Nabil Al Falah, diketahui sejak usia 8 bulan, butuh bantuan untuk biaya pengobatan yang harus rutin dilakukan.
Eros Nurliyah, ibunya M Nabil Al Falah, balita pengidap thalasemia beta mayor, mengeluh tidak punya biaya untuk kelanjutan biaya pengobatan anaknya.
“Kami orang tidak mampu yang harus mengobati anak kami ini secara terus menerus, sedangkan kami tidak punya uang, suami hanya kerja serabutan. Kami berharap bantuan dari semua pihak, karena anak kami ini, satu satunya untuk bertahan hidup hanya mengandalkan obat,” ungkapnya, Senin (10/4/2023) sore.
Foto: Kepala Desa Cisarap, Jumra
Sementara, Kepala Desa Cisarap, Jumra, mengatakan, M Nabil Al Falah, balita pengidap thalasemia beta mayor rutin berobat dan pihaknya selalu membantu membuatkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sebelum memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
“Kami selalu membuatkan SKTM sebelum M Nabil Al Falah memiliki BPJS. Orangtuanya tergolong keluarga tidak mampu, kami berharap agar ada yang peduli membantu untuk biaya pengobatannya,” ungkapnya. *(Uzex)












