Gemasiber80news.com, SERANG – Dirasa janggal dan dalam rangka menggali informasi serta meyerap aspirasi masyarakat terkait adanya dugaan utak Atik hasil CAT pegawai RSUD Cilograng dan labuan, komisi V DPRD Banten dan komisi 2 yang di wakili Musa Weliansyah yang juga mewakili dapil Lebak lakukan rapat dengar pendapat (RDP) di gedung komisi V DPRD provinsi Banten, Jumat 2/05/2025
Pemangilan kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Kadis kesehatan untuk mendengarkan kejelasan terkait adanya dugaan kesalahan pemberian afirmasi pada peserta tes CAT pegawai RSUD Cilograng dan Labuan
Musa Weliansyah mengatakan, Ya tadi itu kami mengadakan rapat koordinasi dengan Plh Sekda Banten pak Nana yang juga ketua BKD Provinsi Banten dan sebagai ketua panitia seleksi pegawai di RSUD Cilograng dan Labuan juga dengan dinas Kesehatan Provinsi Bante, yang dihadiri oleh ibu kadis ya alhamdulillah tadi beberapa temuan beberapa persoalan kami sampaikan dibuka pada dasarnya panitia seleksi sangat responsif dan beliau juga siap pembuka semua data ucap Musa
Jadi pada intinya poin tadi itu satu walaupun sudah kontrak ketika memang beliau tidak memenuhi persaratan karena akibat ada kesalahan misalkan input afirmasi contoh warga Cilegon yang ada satu orang di cilograng maka dipastikan yang bersangkutan akan dibatalkan kontraknya dan kemudian akan diganti kepada ranking berikutnya,
Terus kemudian terkait yang ada nilai kesamaan maka dilihat dari nilai TWK ya tes wawancara kebangsaan nilai TWK Siapa yang lebih tinggi itu yang diprioritaskan, begitu pula dengan yang ramai dibicarakan yang dari Cirebon itu yang bersangkutan belum menerima kontrak dan memang dibatalkan, dan akan diganti oleh peserta yang ada di bawahnya, begitu pula dengan yang di labuan ada satu orang warga Pandeglang dengan nilai 102 tapi tidak mendapatkan nilai afirmasi maka itu akan ditindaklanjuti, beliau naik di possisi ke enam, Nah yang di bawahnya yang rangking ke 25 itu Nanti secara otomatis akan dibatalkan,
Lanjut Musa terkait adanya kekurangan dokter umum di RSUD Cilograng ada kemungkinan nanti setelah pleno mengambil dari peserta dokter yang ikut di RSUD labuan, tapi lebih memprioritaskan warga Lebak
Hasil rapat koordinasi tadi sore antara komisi 1 terus komisi 5 dan saya juga yang mewakili dari komisi dua sekaligus warga Kabupaten Lebak, Provinsi Banten akan mengawal agar tidak ada kecurangan di dalam, dan diakui kebenarannya, ada kemungkinan puluhan orang yang melakukan sanggah mungkin di diterima ya sekitar 40 orang dari 60 yang melakukan sanggahan baik di RSUD Labuan maupun di Cilograng , kemungkinan ada 40 yang akan diterima.
Artinya Ada kemungkinan akan ada perubahan yang sudah kontrak pun ketika memang ada kekeliruan yang karena memang terlalu cepat dari pengumuman pemberkasan dan kontrak itu akan di lakukan peninjauan setelah Nanti beres, masa sanggah yang setelah sanggahnya diterima gitu.
Saya juga pertanyakan kenapa Setelah pengumuman dari BKD atau dari panitia seleksi di hari yang sama Dinas Kesehatan mengeluarkan Surat Untuk pemberkasan yaitu dari mulai jam 5 sore ternyata memang yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan itu mengejar akreditasi yang akan dilakukan pada tanggal 19 Mei di RSUD Cilograng dan tanggal 22 Mei di RSUD Labuan.
Kemudian kenapa dipercepat supaya mereka bekerja karena mengejar akreditasi dan hal ini erat kaitannya dengan pasien, karena kalau belum berakreditasi maka RSUD Cilograng maupun RSUD Labuan belum bisa mengcover BPJS seperti itu,
Akan tetapi yang sudah kontrak pun ketika memang berdasarkan nanti hasil pleno mereka tidak memenuhi persyaratan maka dengan sendirinya kontraknya itu dibatalkan bahwa mereka gugur secara otomatis dan tidak bisa menuntut ke PTUN
Musa juga menjelaskan, Jadi kita pastikan yang sudah kontrak pun kalau memang ternyata mereka ada kekeliruan dari panitia seleksi maka akan dibatalkan kontraknya, dan akan diganti kepada orang yang lebih tepat di nomor urut berikutnya yang ikut seleksi.
Kepada masyarakat Banten Kami pastikan bahwa rekrutmen ini betul-betul objektif dan profesional segala bentuk kekeliruan dan kejoliman kami akan kawal dipastikan semua akan berdasarkan hasil CAT dan afirmasi bagi warga Lebak dan pendeglang dan sertifikat 25% itu gitu bagi yang punya sertifikat.
DPRD Provinsi Banten dipastikan akan terus mengawal dan jika memang dibutuhkan kami akan mendorong rekomendasi kepada pimpinan DPRD agar dibentuk Pansus, akan tetapi melakukan rapat koordinasi semuanya sudah dijelaskan.
Menurut saya lanjut Musa, tidak penting juga untuk Pansus, karena akan ada upaya-upaya perbaikan artinya yang tidak berhak atau ada kekeliruan yang orang luar kayak orang Cirebon, itu sampai sekarang belum kontrak, dan ada satu di cilograng yang warga Cilegon dipastikan dia akan hilang nilainya 100 yang sebelumnya ditulis 150 maka dia akan menjadi 50 nilai afirmasinya Nah setelah ditambah dikurangi nilainya itu ucapnya
Apakah dia masih masuk 25 besar atau tidak Kalau tidak dia akan gugur tapi kalau setelah dikurangi hampir masih jadi kurangi karena dia bukan warga lebak yang sebelumnya 150 jadi 50 eh dia masih ada di atas 25 besar ya dia tetap lolos, cuma udah saya hitung bahwa yang bersangkutan atas nama Laila itu akan gugur akan dibatalkan kontraknya, tadi sudah saya sampaikan ke Kandis kesehatan. Pungkas Musa
Sementara pihak Dinkes Banten saat di konfirmasi via WhatsApp terkait adanya kecurangan, TB Lili Najmudin Mengatakan Aduan aduan kekeliruan dan kesalahan Sedang dalam di tangani…
Silahkan sampaikan ke Masyarakat Kalau menemukan kejanggalan terhadap rekrutman ini mangga segera sampaikan Laporan aduannya ke *Portal Pengaduan yang ada di Website, Pengaduan hari ini sampai pukul 00.00 WIB malam*. Haturnuhun pungkasnya
Informasi yang berhasil dihimpun tim awak media, hari ini warga dan aktivis di kecamatan Cilograng akan menggelar aksi unjuk rasa terkait rekrutmen pegawai RSUD Cilograng, bertempat dikantor Kecamatan Cilograng.
*(Tim/Red)











