Gemasiber80news.com,LEBAK – Menanggapi Pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) kepada Kompol Kosmas Kaju Gae atas insiden yang menyebabkan Affan salah seorang pengemudi Ojol meninggal dunia pada saat para aktivis, warga dan lainnya melakukan aksi demo/unjuk rasa yang berujung anarkis dan penjarahan dijakarta belum lama ini, informasi yang diterima melalui video yang beredar luas melalui berbagai platfrom media sosial pada waktu itu korban (Affan-Red) tiba-tiba tertabrak Rantis/Baracuda yang mana pada saat itu didalam Rantis tersebut diantaranya ada 7 Personil Brimob, diantaranya ketujuh personil Brimob yang senior yaitu Kompol Kosmas Kaju Gae.
Pada prinsipnya secara pribadi saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya pada Korban almarhum Affan, semoga Husnul khotimah dan ditempatkan di syurga, dan bagi keluarga korban yang ditinggalkan semoga diberikan kesabaran,
Dan untuk personil Brimob yang saat itu ada di Rantis saya selaku warga berharap agar diberikan keadilan dan kita semua haruslah bijak mensikapi persoalan ini.
Karena saya yakin mereka anggota Brimob yang ada didalam Rantis tidak berniat untuk menabrak Affan, saya menduga mungkin karena akibat situasi yang membuat mereka panik, dan kalau boleh saya berpendapat melihat dari video yang luas beredar, saya meyakini korban Affan juga sepertinya tidak tahu kalau ada Rantis mendekat, yang menjadi pertanyaan banyak orang apakah Affan ada “pihak ketiga/pihak lain yang menyebabkan Affan terjatuh di depan Rantis….?? Semoga tabir ini terbuka secara terang benderang.
Untuk semua ini saya meminta kepada yang mulya Hakim kode Etik yang telah memberikan sanksi PTDH kepada Kompol Kosmas Kaju Gae agar mempertimbangkan/meninjau kembali keputusan nya itu, karena saya dan masih banyak yang lainnya berharap agar Kompol Kosmas tidak di PTDH.
Kalau boleh saya katakan sebelum aksi demo yang berujung anarkis dan penjarahan saya sudah memprediksi, karena sudah lain rasanya di berbagai medsos ramai seruan untuk demo, dan saya cermati sudah beda ini tuntutannya.
Terakhir ingin saya katakan NKRI harga Mati, Indonesia Emas itu Pasti, Save Kompol Kosmas, Bravo Polri. Merdekaaa…!
Penulis: Deni Ismayadi.










