Gemasiber80news.com,LEBAK – Agus ketua Jawara Banten Bersatu (JBB) DPC Bayah kabupaten Lebak-Banten meminta kepada pemerintah untuk segera memberikan solusi pertambangan rakyat yang dianggap masih ilegal, mengingat banyak masyarakat yang mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya dipertambangan ditengah mencari lapangan pekerjaan teramat sulit disaat ini.
Ditemui dikediamannya Agus yang akrab disapa Ciney mengungkapkan rasa keprihatinannya, melihat kondisi masyarakat yang biasanya melakukan kegiatan pertambangan batu bara, emas saat ini mereka banyak yang menganggur, mereka takut ditangkap oleh APH karena dianggap telah melanggar UU Minerba dengan sanksi hukum yang lumayan berat, ujar Ciney Selasa (30/12)2025)
Menurut Ciney begitu mendengar ada informasi dari bapak Presiden Prabowo baik di televisi maupun di sosial media yang mengatakan bahwa untuk kegiatan pertambangan masyarakat yang masih ilegal dan luas lahannya terbatas nanti bisa bernaung ke koperasi, sontak waktu itu kami selaku masyarakat sangat senang, namun rasa senang itu mulai meredup karena sampai saat ini tidak ada kejelasan, ungkap Ciney.
Ciney meminta kepada pemerintah dan instansi terkait agar segera memberikan solusi pasti bukan sekedar basa-basi, jangan banyak retorika karena masyarakat butuh bukti bukan basa-basi, percuma menurut saya pemerintah membuat program Makan bergizi gratis (MBG) apabila mata pencaharian rakyatnya yang dianggap ilegal belum ada solusi, ucap Ciney.
Sambung Ciney, saya merasa khawatir dengan masih ditutupnya usaha pertambangan rakyat angka pengangguran semakin meningkat, kesejahteraan masyarakat menurun dan saya merasa khawatir angka kejahatan meningkat, untuk itu saya berahap sampai ini terjadi, pada prinsipnya leuweung hejo rahayat ngejo (Hutan lestari rakyat sejahtera-red) sesungguhnya masyarakat akan patuh terhadap aturan dari pemerintah selama aturan tersebut di berlakukan secara adil dan bijak, pungkas Ciney.
Informasi yang dihimpun tim awak media ini warga berharap kepada pemerintah segera memberikan solusi agar kehidupan masyarakat yang menggantungkan hidupnya di bidang pertambangan rakyat normal kembali.
*(Tim media/Red)









