Gemasiber80news.com,LEBAK – Upaya melestarikan budaya lokal sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai terus digalakkan di Kabupaten Lebak, Banten.
Salah satunya melalui kegiatan latihan silat yang digelar di Kampung Cibuah Jami, Desa Cibuah, Kecamatan Warunggunung, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan ini diprakarsai oleh Ketua Padepokan Silat Sumur Tujuh, Abah Jana, bekerja sama dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Lebak.
Latihan tersebut diikuti oleh pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Abah Jana mengatakan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan melatih kemampuan bela diri, tetapi juga sebagai langkah nyata menjaga warisan budaya daerah.
“Tujuannya, selain melestarikan budaya lokal, juga untuk mengurangi penggunaan gawai pada anak usia dini, khususnya tingkat SD dan SMP,” ujar Jana.
Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi yang pesat, anak-anak perlu diarahkan pada aktivitas positif yang membangun karakter dan kedisiplinan.
Senada dengan itu, Ketua Tagana Kabupaten Lebak, Iwan Hermawansah, menegaskan bahwa kegiatan latihan silat ini merupakan agenda rutin yang melibatkan pelajar.
“Selain melestarikan budaya, kami juga terus menanamkan etika dan moral kepada anak-anak di usia ini,” ungkap Iwan yang akrab disapa Kejo.
Ia menambahkan, melalui kegiatan seperti ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan keterampilan fisik, tetapi juga nilai-nilai kehidupan seperti disiplin, tanggung jawab, dan rasa hormat terhadap sesama.
Kegiatan latihan silat ini pun mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Selain menjadi wadah pembinaan generasi muda, kegiatan ini dinilai mampu menjaga eksistensi budaya pencak silat sebagai warisan leluhur.
Dengan kolaborasi antara padepokan silat dan Tagana, diharapkan kegiatan serupa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anak-anak di Kabupaten Lebak.
Upaya ini menjadi bagian penting dalam membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, serta mencintai budaya bangsa.
*(Red)










