Dila Mahasiswa STISIP Banten Raya Juara Logo Lebak Ruhay, Akademisi Anza Farizi: Simbol Kebangkitan Spirit Kemajuan Lebak

banner 728x90

 

Gemasiber80news.com,LEBAK – Prestasi membanggakan kembali lahir dari dunia akademik. Mahasiswa STISIP Banten Raya berhasil menorehkan capaian gemilang usai meraih juara dalam ajang desain Logo “Lebak Ruhay”, sebuah simbol identitas yang kini mulai digaungkan sebagai representasi semangat baru Kabupaten Lebak menuju kemajuan.

Perlombaan Logo yang diselenggarakan pada 20 Oktober 2025 dan diumumkan pada 4 November 2025 lalu yang digunakan pada tanggal 2 Desember 2025 pada Hari Ulang Tahun Lebak ke 197 diraih oleh Dila salah satu Mahasiswa STISIP Banten Raya.

Dila mengatakan bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan kreatif dalam ajang Syaimbara logo “Lebak Ruhay”. Kemenangan ini bukan hanya tentang sebuah karya visual, tetapi tentang bagaimana saya mencoba menuangkan identitas Lebak , budaya lebak , semangat, dan harapan masyarakat Kabupaten Lebak ke dalam sebuah simbol yang bermakna, pada Kamis (7/05/2026).

“Logo “Lebak Ruhay” saya hadirkan sebagai gambaran tentang Lebak yang kaya akan budaya, alam yang indah, serta masyarakat yang ramah dan penuh semangat gotong royong. Saya percaya bahwa sebuah logo bukan hanya gambar, tetapi juga representasi cita-cita dan arah masa depan daerah Lebak agar Lebak lebih maju (Rukun, Unggul, Hegar, Aman dan Yakin),” ucapnya.

Dila berharap logo “Lebak Ruhay” dapat menjadi simbol persatuan, kebanggaan, dan motivasi bagi pemerintah dan masyarakat Lebak untuk terus berkembang, maju, dan dikenal lebih luas tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya serta kearifan lokal yang dimiliki.

“Semoga Lebak semakin unggul dalam sektor pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, dan pembangunan masyarakatnya.
Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan apresiasi. Kemenangan ini saya persembahkan untuk seluruh masyarakat Lebak. Mari bersama-sama menjaga semangat “Lebak Ruhay” sebagai energi positif untuk membangun Lebak yang lebih maju, kreatif, dan membanggakan,” harapnya.

Kemenangan tersebut menuai apresiasi luas dari berbagai kalangan, termasuk Akademisi muda Anza Farizi. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa dalam menciptakan logo yang sarat makna itu bukan sekadar kemenangan dalam kompetisi desain, melainkan lahirnya simbol intelektual yang mencerminkan harapan besar masyarakat Lebak.

“Ini bukan hanya soal logo, tetapi tentang lahirnya spirit baru Kabupaten Lebak. Ketika anak muda mampu menghadirkan gagasan kreatif yang diterima publik, itu menjadi tanda bahwa generasi akademik memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan daerah,” ujar Anza Farizi saat dimintai tanggapannya kepada Pelitabanten.com.

Ia menilai, logo “Lebak Ruhay” memiliki nilai filosofis yang kuat karena lahir dari pemikiran generasi muda yang memahami identitas budaya sekaligus tantangan masa depan daerah. Menurutnya, karya tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa bukan hanya berkutat di ruang kelas, tetapi juga mampu hadir di tengah masyarakat sebagai agen perubahan.

Anza juga menegaskan bahwa momentum ini harus menjadi pemantik semangat bagi pemerintah daerah untuk semakin membuka ruang kolaborasi dengan kalangan akademisi dan mahasiswa. Sebab, kemajuan daerah tidak hanya dibangun lewat infrastruktur, tetapi juga melalui ide, kreativitas, dan inovasi generasi muda.

“Mahasiswa hari ini adalah wajah masa depan Lebak. Ketika kreativitas mereka diapresiasi, maka kepercayaan diri generasi muda akan tumbuh, dan itu menjadi modal besar untuk membangun daerah yang lebih maju, adaptif, dan berdaya saing,” tambahnya.

Anza menyampaikan bahwa Prestasi tersebut pun menjadi kebanggaan tersendiri bagi civitas akademika STISIP Banten Raya. Kemenangan ini diharapkan mampu memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah melalui inovasi, gagasan, maupun gerakan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Di tengah tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks, lahirnya karya kreatif bertajuk “Lebak Ruhay” dinilai menjadi simbol optimisme baru. Sebuah pesan kuat bahwa Kabupaten Lebak tidak kekurangan talenta muda yang siap membawa perubahan dan menyalakan obor kemajuan dari kampus untuk masyarakat,” pungkasnya.

*(Red)

banner 
728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *