Gemasiber80news.com, LEBAK – Beredar video memperlihatkan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya yang tidak bersahabat terhadap Jurnalis. Video itu saat awak media online wawancara dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Ciujung, Ciliman dan Cidurian (BBWSC3), di beranda pendopo Kabupaten Lebak, pada Selasa (14/2/2023), terkait belum tuntasnya penyelesaian sengketa hak dan kepemilikan lahan sejumlah masyarakat, yang terdampak proyek Bendungan Karian.

Dari video tersebut terlihat sikap tidak terpuji Bupati Lebak yang tidak mencerminkan sebagai seorang pemimpin yang bijak, bahkan mencoba mendikte Jurnalis soal pertanyaan yang harus ditanyakan kepada pihak BBWSC3.
Hal tersebut ditanggapi pedas aktivis Lebak, Rizwan Comrade.
“Saya aneh Bupati Lebak bisa mengatur pertanyaan wartawan, dan menyebut wartawan jangan terlalu banyak berkicau,” kata Rizwan Comrade, dalam pesan WhatsApp yang diterima wartawan, Selasa (14/2/2023).
Padahal jelas, kata dia, Jurnalis tugasnya memfasilitasi keberlangsungan pembangunan. “Terus apa masalahnya bagi Bupati saat wartawan meminta keterangan, jika ada warga pemilik lahan yang terdampak, bukankah itu kendala yang harus diselesaikan. Bupati bertahun-tahun tutup mata kepada masyarakat yang kena dampak penggusuran, sengketa hak dan kepemilikan lahan, masyarakat sampai mencari keadilannya sendiri,” ucap Rizwan.
Kata Rizwan sikap arogan tidak perlu diperlihatkan oleh seorang pemimpin.
“Sikap Bupati Lebak ini seperti bukan Pemimpin Lebak, melainkan tuan tanah atau feodal yang menganggap tanah di Lebak semua adalah miliknya, dan dia bebas mengatur mau dijadikan apa, tanpa pertimbangan soal dampak bagi masyarakat, semakin terlihat kasar saat diakhir video Bupati Lebak sesumbar bahwa “DISINI KUASA SAYA”. Hal itu yang seolah-olah melegitimasi dirinya sebagai penguasa Lebak yang sombong dan angkuh,” ketus Rizwan.
Untuk diketahui, video Bupati Iti Octavia Jayabaya berdurasi 0.52 detik yang membubarkan sesi wawancara wartawan di halaman Pendopo Pemkab setempat itu terjadi pada Selasa 14 Februari 2023. Bupati 2 (dua) periode itu diduga tersulut emosi, bermula ketika wartawan melakukan sesi wawancara door stop.
Dalam video tersebut sejumlah wartawan tengah mencecar pertanyaan terhadap pihak Balai Besar Wilayah Sungai Ciujung, Ciliman dan Cidurian (BBWSC3) terkait masih adanya persoalan sengketa lahan pada pembebasan lahan Waduk Karian.
Terlihat, pada saat wawancara berlangsung, dua orang pihak BBWSC3 awalnya didampingi Asisten daerah (Asda) 1, Alkadri. Kemudian, ditengah sesi wawancara Bupati Iti datang menghampiri sesi wawancara.
“Udah-udah, wawancara yang bermakna aja, kan udah diberi kesempatan. Sekarang ini jangan terlalu banyak berkicau lah temen-teman ini. Jurnalis itu gunanya memfasilitasi keberlangsungan pembangunan ini,” ujar Iti yang saat itu berdiri di belakang Asda 1 dan 2 orang dari pihak BBWSC3.
“Kan saya bilang, Jadi jurnalis juga harus mengadvokasi, bukan mencecar. Tanya aja progresnya seperti apa, kendalanya seperti apa? Nah kendala yang sedang dihadapi itu, temen-teman harus bisa memfasilitasi. Tapi tujuannya untuk kepentingan masyarakat. Ini proyek strategis nasional loh, jangan sampai masyarakat Lebak sendiri menghambat pembangunan itu,” tutur Iti dalam video tersebut
Selanjutnya, Bupati Iti Octavia Jayabaya yang dikenal tegas dan pemberani itu
meninggalkan kerumunan sesi wawancara. Dia juga meminta pihak BBWSC3 untuk segera pulang dan meninggalkan para jurnalis yang akan bertanya.
“Udah pak udah lanjut kerja, jangan banyak oceh. Udah pulang pak, pulang. Ini kuasa saya disini,” tutup Iti. *(Red)












