Ditulis Oleh: Narsih Ningsih
Gemasiber80news.com, LEBAK – Kita tidak asing lagi dengan kata HAM atau Hak Asasi Manusia, seperti yang kita tahu bahwasannya HAM adalah suatu anugerah yang diberikan Tuhan untuk manusia dan tidak dapat dirampas oleh orang lain serta harus dilindungi oleh negara, seperti yang tertuang pada UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM yang disebutkan bahwa Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa.
Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan anugerah yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang yang berada dimanapun
Namun, berbagai pelanggaran HAM faktanya masih terjadi bahkan meningkat di Indonesia hingga saat ini. Penyebab pelanggaran HAM dapat muncul dari kondisi pelaku hingga melakukan pelanggaran HAM.
Penyebab pelanggaran HAM di Indonesia terdiri dari sejumlah faktor, yaitu faktor internal dan eksternal seperti:
1. Faktor Internal
a. Sikap egois
b. Tingkat kesadaran HAM yang rendah
c. Kondisi psikologis pelanggar HAM
2. Faktor Eksternal
a. Penyalahgunaan kekuasaan
b. Kurangnya rasa empati dan toleransi
c. Masalah ekonomi
d. Kurangnya sosialisasi HAM
Setiap tanggal 10 Desember seluruh dunia merayakan hari Hak Asasi Manusia (HAM), oleh karena itu kita harus mengenang kasus-kasus pelanggaran HAM.
Berikut kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia yaitu:
1. Kasus Tragedy Tanjung Priok 1984
2. Kasus Konflik Aceh Terhadap Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Indonesia 1976-2005
3. Kasus Pelanggaran HAM di Timor-Timur (Timur Leste) 1999
4. Kasus Mutilasi Empat Warga Sipil di Mimika, Papua, pada akhir Agustus 2022
Sebagai mahluk sosial kita harus mampu mempertahankan dan memperjuangkan HAM kita sendiri selain itu kita harus menghormati dan menjaga HAM orang lain, jangan sampai kita melakukan pelanggaran HAM dan jangan samapi pula HAM kita dilanggar bahkan dirampas oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab.
Dalam menjaga HAM kita harus mempunyai sikap empati dan toleransi yang tinggi serta mengimbangi antara HAM kita dengan HAM orang lain. Pentingnya sosialisasi tentang HAM diketahui serta dipelajari sejak dini agar menjadi bekal dan menjadi warga Indonesia yang mempunyai sikap tinggi yang paham akan adanya HAM.
Demi membentuk masa depan yang cerah dan menjadikan bahwa warga Indonesia sangat menjunjung tinggi sikap empati terhadap HAM serta mengurangi pelanggaran HAM di Indonesia ini.
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pamulang PSDKU Serang












