Gemasiber80news.com,LEBAK – Proses Pembangunan Revitalisasi Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada di wilayah Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten diduga kurang pengawasan dari pihak Dinas Terkait.
Menurut informasi yang diterima, adapun Bangunan yang bersumber dari dana alokasi khusus fisik provinsi Banten, mendapat anggaran sebesar Rp 2.406.329.300,00 yang di kerjakan oleh CV. Putra Jaya Tanggamus.
Dihimpun berdasarkan hasil penelusuran di Lapangan, lokasi bangunan revitalisasi tersebut seolah di duga dikerjakan asal jadi, nampak dari pemasangan pondasi yang keropos dan langsung di timbun tanah untuk menutupi pondasi bagian bawah, nampak terlihat pula besi yang digunakan untuk tiang dan slup menggunakan besi 10.
Indra Lugay, tokoh Masyarakat Lebak yang juga pemerhati pendidikan mengatakan jika pekerjaan pembangunan sekolah milik Pemprov Banten di Kabupaten Lebak harus dilaksanakan dengan baik dan benar. Jika menilik pekerjaan di SMA Wanasalam itu menjadi indikasi awal terkait proses pembangunannya kedepan.
“Nanti kan di gunakan oleh masyarakat. Jadi saya menghimbau agar pekerjaannya dilakukan dengan baik, contoh di SMA Wanasalam, saat ini diduga pekerjaannya asal-asalan,”kata Indra Lugay, kepada Wartawan, Minggu (15/9/2024).
Wartawan juga berhasil menemui salah satu pekerja yang saat itu kebetulan sedang berada di lokasi dan menanyakan kenapa besi yang digunakan untuk bangunan tersebut memakai besi 10.
H Udin selaku orang yang disebut sebut sebagai pihak dari CV Putra Jaya Tenggamus ketika dimintai keterangan hanya menjawab, “Atur saja,”kata dia diujung telepon. *(Deni/Irwan)












