Gemasiber80news.com,LEBAK – Sebelum adanya IRPOM para petani hanya bisa dua Musim Tanam Kini bisa tiga kali Musim Tanam,
Air merupakan faktor penting dalam budidaya pertanian, tanpa adanya ketersediaan air yang cukup, maka tanaman yang dibudidayakan tidak akan tumbuh dan berproduksi secara optimal.
Secara alami kebutuhanair untuk tanaman dapat dipenuhi dari air hujan dan sistem irigasi.Namun, kenyataannya ketersediaan air tidak merata sepanjang waktu dan setiap tempat. Di beberapa tempat dan dalam waktu-waktu tertentu jumlah air hujan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan, serta masih banyak lokasi pertanaman yang berada di luar sistem daerah irigasi di mana distribusi airnya belum dikelola secara teratur.
Kondisi ini menyebabkan intensitas pertanaman menjadi terbatas pada setiap tahunnya. Pendistribusian air irigasi harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman serta kondisi agroklimat tanaman. Salah satu upaya yang dilakukan mendukung penyediaan air untuk memenuhi kebutuhan air pertanian, khususnya pada area di luar sistem irigasi teknis adalah dengan pompanisasi, pernyataan ini disampaikan oleh
Kepala Desa Lebaktipar Didi Dulyani yang ajrab disapa Jaro Koras yang sekaligus juga sebagai ketua APDESI kecamatan Cilograng Kabupaten Lebak Kamis (26/9/2024)
Jaro Koras pun mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak Mentri Pertanian Republik Indonesia khususnya Dirjen Bidang prasarana dan sarana pertanian, Distanak provinsi Banten dan Distanbun kabupaten Lebak yang telah merealisasikan program ini di kecamatan Cilograng, ujar Kades yang saat ini menempuh S2.
“Ahamdulilah Cilograng pada tahun ini mendapatkan 11 titik karena berdasarkan letak geografis area pesawahan berdampingan dengan aliran-aliran sungai besar yang hanya beda ketinggian dari DAS yang ada dan selama ini para petani memanfaatkan irigasi tersier dari anak sungai kecil yang jika musim kemarau debit airnya mengering.
Dengan adanya program Irpom ini saya mengucapkan banyak terimakasih karena sangat membantu bagi para petani yang dimana mereka sebelumnya hanya bisa melakukan dua kali penanaman dalam satu tahun sekarang bisa 3 kali penanaman karena di bantu suplay air oleh irigasi pompanisasi.hari ini saya sedang mengecek persemaian (Pabinihan)padi milik para petani di areal blok sawah makam untuk perihal kesiapan masa tanam.dan pesawahan di blok sebelah yakni blok tipar sudah melakukan tanam (Tandur) yang suplay air dari irigasi tersier.mudah-mudahan para petani yang ada di desa saya bisa mengikuti apa yang di rencanakan oleh pemerintah yakni menuju ketersediaan swasembada pangan. Dan saya juga akan selalu berupaya untuk merebut program lainnya baik sumur dangkal atau pivanisasi bagi area pesawahan yang berpotensi sumber mata airnya dan saya semata mata bekerja agar bisa memberikan manfaat terhadap masyarakat,Pungkas Kades yang familiar ini. *(Deni/Anggun)












