Audiensi Berjalan Tidak Sesuai Harapan Perwakilan Konsumen, Karena Pemilik SPBU Tidak Hadir

banner 728x90

 

Gemasiber80news.com,LEBAK – Sejumlah perwakilan konsumen SPBU Bayah yang sebelumnya oleh salah satu anggota DPRD Lebak akan difasilitasi untuk melakukan audensi dengan pihak pemilik SPBU di kantor kecamatan Bayah pada hari ini (Minggu,16/11/2025), mengaku kecewa lantaran pihak pemilik tidak hadir tanpa alasan yang jelas.

Hal tersebut membuat perwakilan konsumen kesal dan kecewa yang awalnya dijanjikan hari ini untuk audiensi bersama pemilik SPBU ternyata pupus sudah harapan mereka.

Perwakilan konsumen Susy Nugraha mengaku kecewa, pemilik SPBU tidak datang, padahal dirinya rela menunda acara penting baginya demi audensi tersebut .

Karena pemilik SPBU tidak hadir, Susy akhirnya walkout dari audensi yang dihadiri perwakilan SPBU Bayah, Anggota DPRD Lebak Muammar Adi Prasetya, Kades Bayah Barat, Kades Bayah Timur, Ketua KNPI Bayah, pihak keamanan serta masyarakat.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Lebak , Erwin Komara sukma yang hadir dalam audiensi mengatakan hasil dari audensi tersebut ada pernyataan dari pengelola SPBU Bayah untuk memperbaiki tatakelola SPBU , meningkatkan pelayanan kepada konsumen , menerapkan disiplin kepada pegawai dan tidak mengulangi hal – hal yang berakibat merugikan konsumen atau masyarakat .

Untuk diketahui, sebelumnya puluhan konsumen SPBU Bayah mengeluhkan pelayanan SPBU Bayah mulai dari pengisian bahan bakar tidak dari nol , kembalian kurang, sampai volume BBM ditangki motor tidak bertambah sesuai meteran yang dibeli, sehingga baru beberapa kilometer jarum indikator bensin berkurang banyak , bahkan ada yang kehabisan bbm didalam perjalanan . Tindakan yang merugikan konsumen ini telah berlangsung lama dan tidak ada tindakan yang jelas dari pihak terkait.

Hal ini dibenarkan oleh salah satu warga Bayah, Hendi, dirinya mengaku pelayanan SPBU Bayah memang ramah, tapi pengisian kadang tidak sesuai . Menurutnya banyak yang mengeluh, diposting di Facebook lalu viral sehingga manajemen memanggil konsumen tersebut, mereka minta maaf tetapi kejadian yang merugikan konsumen tersebut berulang lagi

“Dulu 2023- 2024, tiap beli jarang dari Nol, selalu lanjutan dari yang beli sebelumnya, misal yang sebelumnya beli 15.000, terus yang kedua beli 20 000, saya beli 20.000 eh pengisian Pertalite cuma sampai diangka 50.000 , yang saya kurang 5000 dong”, ungkap Hendi

Hendi mengaku beberapa kali kehabisan bensin di jalan atau terpaksa beli di kios eceran karena takaran yang tidak sesuai . Dirinya menambahkan pernah protes ke pengawas SPBU langsung, tapi cuma bertahan sekitar 3 bulan pelayanan baik

“Untuk 2025 kurang tahu ada perubahan apa gak, saya dari pertengahan 2024 tidak beli BBM lagi “, pungkas Hendi

*(Tim media/Red)

banner 
728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *