Gemasiber80news.com,LEBAK,- Wakil ketua Ormas Jawara Banten Bersatu (JBB) DPD Kabupaten Lebak, Aan Raipudin Mengutuk keras dan mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan terhadap wartawan yang terjadi saat melakukan peliputan kegiatan Inspeksi Mendadak (Sidak) dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di PT Genesis Regeneration Smelting (PT. GRS), Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten, pada Kamis, 21 Agustus 2025.
Menurut informasi yang diterima, wartawan tersebut sedang melakukan liputan di lokasi kejadian, namun setelah melakukan peliputan para wartawan tiba-tiba diserang oleh sekelompok orang yang diduga bekingi dari perusahaan. Wartawan tersebut mengalami luka-luka dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Menurut keterangan di lapangan, wartawan dari berbagai media hadir untuk meliput kegiatan sidak tersebut. Mereka antara lain Yusuf (Radar Banten), Rifky (Tribun Banten), Rasyid (BantenNews.co.id), Sayuti (SCTV), Avit (Tempo), Depi (Antara), Imron (Banten TV), Hendi (Jawa Pos TV), Iqbal (Detik), dan Angga (Antara Foto).
Wakil Ketua JBB DPD Lebak Aan Raipudin sangat menyesalkan kejadian tersebut dan mendesak APH untuk mengusut tuntas kasus tersebut. “APH harus mengusut tuntas para pelaku agar tidak sampai lolos dari hukuman, apalagi wartawan datang kelokasi atas undangan dari pihak Lingkungan Hidup. Kejadian ini juga sangat merugikan dan dapat mengancam kebebasan pers,” tegas Aan.
Wakil ketua JBB DPF Lebak juga menuntut APH untuk:
1. Mengusut tuntas kasus penganiayaan terhadap wartawan tersebut.
2. Menangkap dan menghukum para pelaku.
3. Menjamin keamanan dan keselamatan wartawan dalam melakukan liputan.
Aan juga pun berharap bahwa kejadian ini tidak akan terulang lagi dan bahwa APH akan mengambil tindakan yang tegas terhadap para pelaku. “Kita harus menjaga kebebasan pers dan melindungi wartawan dari tindakan kekerasan,” Harap Aan.
Sampai berita ini dinaikan puluhan organisasi dan lembaga lainnya mengutuk keras tindakan para pelaku dan meminta APH segera menangkap nya.
*(Irwan/Din/Red)












